Thursday, April 28, 2011

Cinta Sejati Yang Menyentuh Lubuk Hati Terdalam

Pagi itu, klinik sangat sibuk, sekitar pkl.09.30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya. Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru bisa ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu pria tua itu nampak geliasah, sebentar-sebentar dia melirik ke jam tangannya, saya merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang saya sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya lukanya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter saya putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya saya menanyakan apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat disana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer’s, lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia terlambat, dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak dapat mengenalinya lagi sejak 5 tahun terakhir.

Saya sangat terkejut dan berkata, “Bapak masih pergi ke sana tiap hari walaupun istri Bapak sudah tidak kenal Bapak lagi?” Dia tersenyum sambil menepuk tangan saya, ”Tetapi saya masih mengenali dia kan?”

Sungguh, saya sangat terharu mendengar ceritanya, saya menahan air mata sampai kakek itu pergi. CINTA KASIH seperti itulah yang saya mau dalam hidupku, diperjuangkan, memperjuangkan, penuh pengorbanan.

http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=106206

2 comments:

  1. Bukannya cerita itu sumbernya dari kisahnya BJ Habibie? Cuma tdk ada panti jompo, yg ada adh istri beliau dirawat di rs dan beliau sll menjaganya spjg hr. Suatu hr beliau pergi utk suatu keperluan dan kisah selanjutnya spt di atas

    ReplyDelete
  2. Apa sekalipun asalnya, ia sungguh memberikan kita banyak pengajaran tentang cinta dan kasih sayang.

    ReplyDelete