Thursday, October 27, 2011

Seekor Unta yang Menjadi Hakim

Pada zaman Rasulullah saw, ada seorang Yahudi yang menuduh seorang muslim mencuri untanya. Untuk itu, ia mendatangkan empat orang saksi palsu dari golongan munafik. Nabi saw memutuskan hukum bahwa unta itu milik orang Yahudi dan memotong tangan muslim tersebut sehingga membuat orang muslim tersebut kebingungan. Ia menengadahkan kepalanya ke arah langit seraya berkata, "Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mencuri unta itu."

Selanjutnya orang muslim itu berkata kepada Nabi saw, "Wahai Rasulullah saw, sungguh keputusanmu itu adalah benar, akan tetapi mintalah keterangan terlebih dulu dari unta ini."

Kemudian Nabi saw bertanya kepada unta tersebut, "Hai unta, milik siapakah engkau ini sebenarnya?"

Unta itu menjawab dengan kata-kata yang fasih dan terang, "Wahai Rasulullah saw, aku adalah milik orang muslim ini. Sesungguhnya para saksi itu berkata dusta."

Akhirnya, Rasulullah saw berkata kepada orang muslim tersebut, "Hai orang muslim, beritahukan kepadaku, apakah yang menjadi amal perbuatanmu sehingga Allah swt menjadikan unta ini dapat berbicara tentang permasalahan ini dengan benar."

"Wahai Rasulullah saw, aku tidak tidur di waktu malam sehingga lebih dulu aku membaca shalawat atas engkau sebanyak sepuluh kali." jawab orang muslim itu.

Rasulullah saw bersabda, "Engkau telah selamat dari hukuman potong tangan di dunia dan selamat juga dari siksaan di akhirat nanti karena keberkahan yang engkau dapatkan dengan membaca shalawat untukku."

***

Memang membaca shalawat itu sangat dianjurkan oleh Islam, sebab pahalanya sangat tinggi di sisi Allah swt. Selain itu, bershalawat dapat melindungi diri dari segala macam bencana yang menimpa, baik di dunia maupun di akhirat nanti, sebagaimana kisah di atas.

Sumber :
Buku 'The Secret, Kisah-kisah Teladan' karya Abdul Aziz Saefudin.

No comments:

Post a Comment