Thursday, August 30, 2012

Teguran Ummu Salamah kepada Pembantunya


Islam sangat mencintai kaum fakir miskin. Allah SWT memerintahkan kepada hambanya senantiasa menyantuni orang-orang miskin, dan melarang mereka untuk berperilaku boros atau menghamburkan harta.
 
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros,” firman Allah SWT dalam surrah Al-israa’ ayat 26.

Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW banyak memberikan tauladan sikap kepada kaum fakir miskin. Bahkan istri-istri nabi seakan berlomba-lomba mengamalkan anjuran nabi untuk menyantuni kaum miskin dengan bersedekah, seperti Ummu Salamah.

Suatu hari, beberapa orang fakir datang secara bergerombolan mengetuk rumah Ummu Salamah untuk meminta. Mereka semua memakai pakaian yang compang-camping, tangannya selalu menengadah mengharap uluran tangan dari orang-orang kaya.

Namun bukannya mendapat pemberian, mereka yang mengetok pintu rumah Ummu Salamah justru mendapat makian dari pembantu Ummu Salamah bernama Ummu Husain. Sambil memaki, Ummu Husain juga mengusir gerombolan orang fakir.

“Pergilah...!,” kata Ummu Husain yang berdiri di depan pintu sambil mengarahkan telunjuknya ke luar rumah.

Dengan berat hati, orang-orang fakir itu pergi sampai menghilang dari pandangan mata. Karena perkataan Ummu Husain kencang, Ummu Salamah yang di dalam kamarnya mendengar dan segera melihat apa yang sedang terjadi.

Setelah mengetahui permasalahannya, kemudian Ummu Salamah dengan sabar dan kasih sayang menjelaskan dan meluruskan pemahaman pembantunya itu.

“Hai pembantuku, bukan begitu yang seharusnya kita lakukan. Berilah masing-masing mereka meski hanya satu butir kurma, dan kamu letakkan di tangan mereka masing-masing,” kata Ummu Salamah.

(Buku 99 Kisah Teladan Sahabat Perempuan Rasulullah – Manshur Abdul Hakim)
http://kisahislami.com/teguran-ummu-salamah-kepada-pembantunya/

Tuesday, August 28, 2012

Xiwang, Lahir untuk Kehidupan Dua Anak Lainnya

Sebuah foto yang memilukan hati.

Seorang Ayah dan Ibu mencium dan mengatakan selamat tinggal kepada anak perempuannya yang berumur 2 tahun bernama Xiwang atau "Harapan" yang telah meninggal karena hypoxic-ischemic cerebral palsy.

Kedua orang tua dari anak kecil yang tidak berkesempatan untuk melanjutkan hidup memutuskan untuk memberikan arti kepada kematian anaknya dengan menyumbangkan organ tub...
uh anaknya.

Jikalau Anda bertanya-tanya mengapa para tenaga medis disana membungkuk, itu karena kurang dari 1 jam, dua anak kecil di ruangan lain dapat hidup dikarenakan ginjal dan hati anak perempuan tersebut.

Sungguh kasih yang sangat luar biasa..

SHARE post ini sebagai tanda hormat kita kepada anak perempuan tersebut..
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Sekelumit Aksi di Sepenggal Episode Cinta

dakwatuna.com - Sudah cukup lama Bilal bin Rabah tak mengumandangkan adzan lagi, pasca meninggalnya orang yang ia cinta. Rasulullah SAW.
 
Hingga suatu ketika Khalifah Abu Bakar meminta Bilal untuk adzan. Mungkin sang Khalifah pun rindu, seperti halnya rindu para penduduk Madinah terhadap lantunan merdu suara adzan Bilal.
Bilal pun menjawab “Jika dahulu tuan memerdekakan saya untuk kepentingan tuan, maka saya bersedia adzan. Tapi jika dahulu tuan memerdekakan saya karena Allah SWT, maka izinkan saya melakukan apa yang saya mau.”

“Saya memerdekakan engkau karena Allah” jawab sang Khalifah.

Bilal bin Rabah adalah mantan budak Bani Umayyah yang telah Abu Bakar merdekakan. Tapi begitulah adanya cinta Bilal. Penolakannya terhadap pinta Abu Bakar dan tidak berkumandangnya lagi lantunan adzan dari lisannya pasca Rasul wafat, bukan karena ia tak cinta…
 
###
 
Suatu malam Bilal bermimpi bersua dengan Rasulullah. Dalam mimpinya, Rasul berkata padanya, “Wahai Bilal, lama sekali kita berpisah.aku rindu padamu.”

Kata-kata Rasulullah begitu padat dan sarat makna; “Aku rindu padamu”. Menggambarkan kerinduan yang begitu mendalam. Seakan tak ada lagi kata yang tepat untuk melukiskan rasa rindu Rasul selain kata rindu itu sendiri.

Bilal pun menjawab “Ya Rasulullah, saya juga rindu pada Tuan.”

Hati Bilal begitu bahagia tak terperi dapat memandang wajah teduh sang manusia agung yang sangat ia cinta.

Keesokan pagi, Bilal bercerita pada salah seorang sahabatnya perihal mimpi semalam. Dalam kurun waktu yang singkat, cerita itu telah menyebar ke seantero penjuru Madinah. Madinah pun kembali berselimut duka, seolah Rasul baru saja wafat. Setiap jiwa merasa rindu, ingin bernostalgia. Mengingat kembali hari-hari ketika mereka bersama sang Rasul, orang yang mereka cinta.

Para sahabat ingin obat kerinduan mereka menjadi paripurna. Maka para sahabat pun bersepakat meminta Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan. Awalnya Bilal menolak. Tapi karena bersikerasnya para sahabat meminta, akhirnya Bilal pun menyanggupinya.

Suara adzan Bilal terdengar begitu syahdu. Seluruh penduduk di sepenjuru Madinah pun khusyu’ berlinang air mata. Saat itu mereka membayangkan seolah Rasul ada, membersamai mereka. Obat rindu mereka paripurna-lah sudah…

Pasca peristiwa yang mengharu biru itu, Bilal memutuskan untuk hijrah. Syiria adalah tempat yang ia pilih. Hijrahnya Bilal karena ia ingin menjauh dari makam Rasul dengan keluar dari Madinah.

Bilal adalah salah seorang sahabat yang telah Rasul jamin masuk surga. Tapi begitulah adanya cinta Bilal. Hijrahnya ke Syiria untuk menjauh dari makam Rasul bukan karena ia tak cinta…
 
###
 
Ada sejumput pelajaran yang berharga dari aksi cinta dalam kisah Bilal;

Tak berkumandangnya bait-bait nada cinta dari lisan kita pada dia yang tercinta tapi belum jadi mahrom kita, bukan karena tak cinta… tapi karena kita harus menjaga cinta, agar tak ada yang tergores duka. Agar kita tak terluka…

Mungkin itu pula yang Bilal ingin lakukan, hingga ia tak mau lagi mengumandangkan ‘dawai cinta’ (adzan) pasca wafatnya orang yang ia cinta, Rasulullah. Hingga ia pun harus menahan lisannya yang mungkin sebenarnya pun rindu mengumandangkan ‘dawai cinta’. Karena ia tak ingin dirinya beserta penduduk Madinah tergores duka karena rindu pada Baginda Rasul…

Hijrahnya kita (menjauh) dari tempat di mana orang yang kita cinta berada, bukan karena tak cinta… Tapi karena kita harus menjaga cinta, agar kemurniannya terjaga. Karena ketika kita berada pada tempat atau ranah yang sama, mungkin akan terasa sangat sulit menjaga niat-niat kita. Khawatir jikalau niat kita akan mudah terkontaminasi oleh riya, sum’ah atau penyakit hati lainnya.

Bilal pun hijrah. Tapi hijrah Bilal pasti bukan karena tak cinta.., tapi karena ia tak kuasa menahan rasa cinta yang berbuah rindu hendak jumpa, yang semakin bergelayut manja pada relung jiwa. Rindu pada orang yang ia cinta, Rasul yang mulia…

###

Inilah sepenggal aksi ‘tutup mulut’ dan ‘walkout’ Bilal, yang ia lakukan agar tak tergores duka karena buah cinta menghadirkan rindu yang menghujam jiwa…

Tentulah kisah cinta Bilal jauh beda dengan cinta kita… Kisahnya serupa, tentang cinta. Tapi tak sama..

Cinta Bilal sungguh mulia, karena tertuju untuk insan mulia. Rasulullah SAW. Sedang cinta kita tertuju pada seorang pria yang belum tentu jodoh kita.

Jika saja cinta mulia Bilal dapat ia manajemen dengan baik agar tak dirundung pilu, maka sudah sepatutnya cinta kita yang sangat semu dapat kita manage dengan baik agar tetap ridha Allah yang diharap, yang dituju…

Selamat belajar untuk me-manage cinta menjadi aksi nyata untuk meraih Ridha-Nya, di sepenggal episode cinta…

Oleh: Anisa Prasetyo Ningsih
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/08/22453/sekelumit-aksi-di-sepenggal-episode-cinta/#ixzz24o5tasta

Ka’bah Menggetarkan Hati Ratusan Pekerja Cina

Mekah - Hidayat bisa datang dari cara yang tak pernah diduga. Mungkin itu pula yang dialami ratusan pekerja Cina di Arab Saudi yang kemudian memilih Islam sebagai agamanya yang baru.
Setelah melihat Ka’bah dari televisi, tiba-tiba hati mereka bergetar. Pintu hidayah seakan terbuka. Dan Allah SWT pun melapangkan jalan mereka untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Lebih dari 600 pekerja asal Cina berpaling menjadi Muslim setelah mendapatkan pengalaman spiritual di Arab Saudi.

Mereka adalah bagian dari 4.600 warga Cina yang sedang mengerjakan proyek rel kereta api yang menghubungkan Makkah dan Madinah. Rel kereta itu nantinya akan melalui Jeddah dan Khum. Peristiwa yang sempat menghebohkan itu terjadi tahun lalu.

Awalnya, kedatangan ribuan pekerja Cina itu sempat dipertanyakan warga Arab Saudi. Pasalnya dari 4.600 pekerja itu hanya 370 orang yang Muslim. Warga meminta agar pemerintah mempekerjakan buruh Cina yang beragama Islam. Namun Allah mempunyai rencana lain dengan kedatangan para pekerja itu.

Kedatangan ke Arab Saudi ternyata membuka peluang bagi mereka untuk melihat Islam langsung dari tanah tempat agama ini diturunkan. Seperti yang dikatakan seorang pekerja yang telah menjadi Mualaf. Pekerja yang telah mengganti namanya menjadi Hamza (42) ini mengaku tertarik pada Islam setelah melihat Ka’bah untuk kali pertama di televisi Saudi. ”Ini menggetarkan saya. Saya menyaksikan siaran langsung sholat dari Masjidil Haram dan umat Islam yang sedang berjalan memutari Ka’bah (tawaf),” katanya.

”Saya bertanya ke teman yang Muslim tentang semua hal ini. Dia kemudian mengantarkan saya ke Kantor Bimbingan Asing yang ada di perusahaan, di mana saya memiliki kesempatan untuk belajar tentang berbagai aspek mengenai Islam,” tuturnya. Kini Hamza merasa lebih bahagia dan lebih santai setelah menjadi seorang Muslim.

Pekerja lainnya, Ibrahim (51), mengalami peristiwa yang hampir serupa pada September tahun lalu. Dia yang bekerja di bagian pemeliharaan perusahaan negara, Kereta Api Cina, menjadi seorang Muslim usai melihat Ka’bah. ”Meskipun kami berada di Cina, kami tidak memiliki kesempatan untuk belajar tentang Islam. Ketika saya mencapai Mekah, saya sangat terkesan oleh perilaku banyak warganya. Perlakuan yang sama bagi orang Muslim dan non-Muslim memiliki dampak besar pada saya,” tambahnya.

Sementara, Abdullah Al-Baligh (51), terinspirasi untuk memeluk Islam setelah melihat perubahan positif dari rekan-rekannya yang lebih dulu menjadi mualaf. ”Enam bulan setelah saya tiba di Makkah, saya melihat bahwa rekan saya, yang sudah menjadi Muslim, telah benar-benar berubah. Tingkah lakunya patut dicontoh. Saya menyadari bahwa Islam adalah kekuatan penuntun di balik perubahan tersebut,” ujarnya.

”Ketika saya bertanya padanya, ia mengatakan bahwa ia sama sekali tak tahu tentang agama ini selama di Cina. Sekarang, ia memiliki pemahaman yang tepat tentang Islam dan ingin menjadi lebih teladan.”

Begitu pula dengan Younus. Pekerja asal Cina ini baru mempelajari Islam ketika berada di Makkah. ”Islam di Cina begitu kurang. Aku baru mengetahui Islam setelah datang ke Saudi,” ujarnya. (Budi Raharjo/Arab News/RoL)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2010/08/7321/kabah-menggetarkan-hati-ratusan-pekerja-cina/#ixzz24o3sPQ2f

Monday, August 27, 2012

Bimbim Slank : Pertolongan Allah di Puncak Sakaw

Keringat bermanik-manik di wajahnya. Tubuhnya menggigil. Wajahnya yang tirus dan kuyu menyemburatkan rasa sakit yang sangat. Napasnya pun tersengal-sengal. Di puncak rasa sakit yang tak terperikan, anakmuda yang sakaw (ketigahan narkoba), teringat pada Allah. ''Ya, Allah, sembuhkan aku dari rasa sakit ini, bebaskan aku dari jerat narkoba,'' hatinya mengerung, memanjatkan doa. Sekonyong-konyong, ia merasa ada kesejukan, mengaliri jiwanya. Kesejukan itu bagaikan air yang merendam rasa sakit pada jasmaninya.

Bimbim, demikian anak muda yang sakaw itu, tak dapat melupakan pengalaman tersebut. Pengalaman itu, tak sekadar membekas di bilik hatinya, tetapi memicunya untuk mendekatkan diri pada-Nya sekaligus lebih menghayati agama Islam. Sepotong doa, baginya di puncak kritis, menjadi obat yang mengeluarkannya dari jerat narkoba.

Bimbim, siapa tak mengenal nama itu? Nama itu terpahat di benak para slanker, penggemar grup rock Slank. Bimbim bersama personel Slank, seperti jamaknya bagi sebagaian rocker pada kala itu, memang sempat menjadi budak narkoba. Narkoba bagaikan setan. Awalnya, mengiming-iming kebebasan berekspresi dan kekayaan kreativitas, sehingga mereka menggunakan narkoba untuk eksis di blantika musik Indonesia. ''Dulu dengan menggunakan narkoba memang bisa membantu,'' kisah Bimbim.

Tak mengherankan, narkoba menjadi gaya hidup, awak Slank. Tak hanya Bimbim, Kaka dan Irfan pun mengonsumsinya.Maka dengan mata celong, kelakukan tak terkontrol, mereka lebih mirip monster di panggung. Ironisnya, penggemarnya mengelu-elukannya. ''Yang ganjil malahan orang luar yang melihat kita. Kita sih ngerasa benar juga,'' kenang Bimbim.

Namun, narkoba itu laiknya setan. Setelah terjerumus kepada narkoba, Bimbim maupun Kaka belakangan merasa daya 'sihir' narkoba, berkurang. Sebaliknya, mereka merasa fisik dan jiwa kian layu, bahkan, mengutip istilah mereka, ''hampir mati.'' Merasakan dampak buruknya, awak Slank pun sepakat untuk keluar dari jebakan narkoba. Semula, mereka mencoba mengurangi dosis, dengan harapan kelak dapat berhenti.

Kenyataannya? Hingga lima tahun, mereka tak kunjung berhenti. ''Jadi kalau mau berhenti harus mendadak. Hari ini mau berhenti, ya hari itu juga nggak lagi mau bersentuhan dengan narkoba,'' jelas penabuh drum itu. Kaka, sang vokalis, berpendapat demikian. Ia melukiskan, obat dan dokter hanya pembantu, yang utama ialah niat untuk berhenti. Irfan, pemain bass, menambahkan dari semua itu kemauan memohon petunjuk Allah. ''Tanpa berdoa nggak mungkin kita bebas dari narkoba.'' Mereka yang tak percaya Allah mustahil keluar dari jerat narkoba.

Tanpa bantuan Allah dan dukungan keluarga, para awak Slank itu meyakini, mustahil dapat sembuh. ''Kita nggak lupa berdoa. Ya berdoa untuk karier kita dan supaya lepas dari narkoba. Alhamdulillah akhirnya dijawab oleh Allah dan kita diberi kesempatan sekali lagi,'' kisah Bimbim.

Di sisi lain, menurut Kaka, peran keluarga terutama Bunda (orangtua Bimbim) menyebabkan mereka sembuh. Bunda begitu sabar dan telaten merawat mereka. Menghadapi awak-awak Slank, Bunda memperlakukan mereka, tak ubahnya bayi. Berkat doa mereka sendiri maupun Bunda sekaligus ketawakkalan orangtua tersebut, mereka sembuh dari narkoba, pada 2000.


Kelimanya -- Bimbim, Kaka, Ridho, Abdi dan Ifan -- kini merasa lebih sehat jasmani maupun rohani dibandingkan dulu. Berhasil keluar dari kungkungan 'setan' tersebut, merupakan pengalaman ruhani yang terbesar, bagi awak Slank. ''Kalau dipikir-pikir mustahil kami dapat keluar, tanpa pertolongan Allah.''

Berkat pertolongan-Nya - yang jika Cuma menggunakan logika manusia mustahil mereka mendapatkan hidayah-Nya akibat keburukan perilaku - mereka menyadari betapa Allah maha pengasih. Mereka pun semakin berupaya mendekatkan diri kepada agama. Salah satu bentuknya berdoa sebelum konser. ''Ya bayangin aja, kita sering konser di banyak kota hanya dalam waktu tiga bulan. Kasarnya kalau bukan karena pertolongan Allah, kita pasti nggak akan kuat. Alhamdulillah konser berjalan lancar, '' ujar Bimbim.

Mengaku telah memulai ritual doa sebelum manggung sejak awal, Kaka mengisahkan, dengan semua awak Slank muslim, justru membuat kompak. ''Doanya bismillah dan baca fatihah,'' kisah Kaka. Slank pun lebih dewasa, bahkan, kini berupaya menanamkan kesadaran bagi penggemarnya di sela-sela pertunjukan.

Pengalaman berkesan lainnya bagi para rocker ini saat turut memeriahkan Konser Hijriyah yang diselenggarakan Republika pada dua tahun silam. ''Tanpa pikir panjang kami iyakan, ini berkah tersendiri,'' kenang Bimbim. Merupakan pengalaman musikal relijius pertama Slank, pada perhelatan keislaman itu, grup rock ini berkolaborasi dengan Hadad Alwi.

Apa yang dipetik dari pengalaman musikal relijius itu? mengandaikan konser itu merupakan bentuk lain ibadah Slank, Kaka mengakui ada nuansa berbeda karena sebelumnya tidak pernah menyanyikan lagu religius. Penjiwaan terhadap lagu inilah yang agak sulit dilakukan dalam tempo singkat. Bila untuk tembang pop rock biasanya hanya butuh waktu satu hari, tetapi menjiwai lagu religius baru bisa dua hari. Itupun setelah banyak bertanya kepada Hadad Alwi dan sejumlah orang yang memahami bahasa Arab.

Keseharian mereka pun kini kian islami terutama karena semua personelnya pemeluk Islam. Ini menciptakan suasana kondusif bagi Slank. Masing-masing menjadi bisa saling memberitahu dan memberi arah. Kadang salah satu dari kelimanya mengingatkan untuk shalat. Kendati kegiatan rutin keagamaan belum dilaksanakan, namun ada momen-momen tertentu yang mereka gunakan untuk berkumpul bersama. Semisal berbuka puasa, sahur dan takbiran bersama.

Bimbim pun kini lebih bening membandingkan masyarakat maju di negara sekuler. Di sana, menurutnya, sebagian penduduknya memang tak percaya Tuhan. Di Indonesia? Kendati hidup modern, masyarakatnya masih mengingat Allah. Bimbim pun berharap, mereka dapat mewujudkan impian di masa datang, yaitu menyelipnya nuansa reliji pada album-album barunya. Namun, Bimbim menegaskan, Islam tak harus identik dengan Arab, begitupun dengan musiknya. ''Bagi Slank, musik Islam dapat dibungkus dengan corak apapun, pop modern misalnya,'' ujarnya. (Yusuf Assidiq/Republika Online)
 

Friday, August 24, 2012

Novel Itu Mengantarkannya Menjadi Seorang Mualaf

Molly Carlson tak menduga sebuah buku fiksi yang dibacanya di masa kecil akan membuatnya mengenal Islam. Selanjutnya perkenalan itu secara tidak sadar membekas di hatinya.

Membuatnya diam-diam meyakini Islam sebagai agama yang paling benar. Bahwa semua doa, pelayanan, dan salib yang disilangkannya dengan jari di dadanya, hanyalah sebuah kegiatan yang selama ini tak menyentuh hatinya.

“Saya tidak ingat berapa umur saya ketika membaca buku itu, tapi saya ingat betul satu adegan di buku itu yang membuat saya mengenal Islam dan mempertanyakan identitas saya sebagai Katolik,” ujarnya. Itu adalah buku King of the Wind karangan Marguerite Henry. Buku itu menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang berasal dari Maroko dan kudanya.

Sementara adegan yang dikenang Molly adalah ketika anak tersebut dikisahkan berpuasa saat Ramadhan. “Entah mengapa setelah membaca kisah tersebut, hati saya tiba-tiba tergerak,” katanya. Sejak itu, dia mulai tertarik terhadap Islam. Rasa penasaran menuntunnya untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang Islam dan agamanya saat itu.

Lalu beberapa mimpi menuntunnya untuk mengenal Islam lebih dalam. “Pada umur 12 tahun saya mendapatkan mimpi misterius yang tidak benar-benar saya mengerti. Tidak menakutkan, namun mimpi itu seperti merefleksi hati saya ketika itu,” ujarnya. Di mimpi itu, Molly berdiri di sebuah ruangan kotak yang dindingnya terbuat dari kayu dan memiliki karpet berpola di lantainya. Ruangan tersebut diterangi oleh lentera.

Molly berdiri di tengah ruangan tersebut. Di sebelah kirinya terdapat sebuah pintu kayu berukir untuk masuk ke ruangan lainnya. Meskipun terpisah pintu, namun dalam mimpi tersebut Molly melihat banyak perempuan di dalam ruangan tersebut. Mereka semua menggunakan hijab. Sementara ruangan tempat dia berdiri saat itu adalah ruangan yang dipenuhi laki-laki.

Di dalam mimpi itu, Molly sadar bahwa apa yang dilakukannya salah. Bahwa seharusnya dia tidak berada di ruangan tersebut. Bahwa seharusnya dia bergabung dengan para perempuan di ruangan sebalahnya. Dalam mimpi itu pula dia menyadari keberadaan sebuah kekuatan besar yang dipahaminya sebagai sosok Tuhan. Namun Dia merasa kecewa kepada Molly karena berada di ruangan tersebut. Entah mengapa, mengetahui hal tersebut, Molly merasa sangat sedih. Mimpi tersebut membuat Molly kecil semakin bertanya-tanya.


***

Di lain waktu, mimpi lain menyerbunya. Saat itu, Molly telah cukup dewasa untuk membuat keputusan atas dirinya. Dalam mimpi tersebut, Molly melihat seorang perempuan berdiri di sebelahnya. Perempuan itu menggunakan hijab hitam yang menutup tubuhnya dari kepala hingga ujung kaki, seperti seorang ninja. Molly hanya bisa melihat mata perempuan itu.

Dia merasa takut melihat sosok tersebut, namun lalu memberanikan diri untuk mendekat kepada perempuan tersebut. Dia melihat mata perempuan tersebut lebih seksama. Dia terkejut mengetahuo bahwa perempuan yang berada di depannya itu adalah dirinya sendiri. “Saya bisa tahu dari mata itu. Itu mata saya. Kami seperti cermin. Sejenak saya berpikir bahwa mimpi tersebut adalah masa depan saya kelak,” ujarnya.

Kejadian demi kejadian tak lantas membuatnya sebagai muslim. Eksplorasinya tentang Islam yang lebih mendalam baru dilakukan setelah peristiwa 9/11. “Saat itu saya sedang menempuh semester pertama saya di kuliah. Saya berusia 18 tahun,” katanya. Ketika peristiwa itu terjadi, Molly memiliki sejumlah teman dekat yang beragama Islam. Namun selama ini, pertemanan mereka tidak banyak menyinggung soal agama. “Kami tidak membahas tentang agama setiap kali bertemu. Mereka tidak pernah mempertanyakan keyakinan saya dan tidak pernah memaksakan keyakinan mereka kepada saya,” katanya.

Sayangnya peristiwa tersebut telah menyebarkan kebencian terhadap muslim. Namun tidak demikian dengan Molly. Penilaiannya tentang teman-temannya itu tidak berubah. Mereka tetap menjadi sahabat baik bagi Molly. Tak ada kebencian yang ada adalah simpati. Bukan pada korban yang meninggal karena peristiwa tersebut, namun pada teman-temannya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kejadian itu tetap dihakimi hanya karena mereka muslim.

“Saya tidak tega melihat teman saya diperlakukan tidak baik pasca kejadian tersebut. Saya sudah mengenal mereka sejak lama. Mereka orang yang sangat baik. Bukan teroris ataupun ekstremis,” ujarnya.

Suatu kali, Molly pernah meminjam hijab, abaya, dan niqab milik seorang temannya dan datang ke kampusnya dengan penampilan tersebut. Hal tersebut dilakukannya hanya untuk mencari tahu bagaimana rasanya menjadi mereka. “Kenyataannya saya benar-benar diperlakukan secara berbeda. Perlakukan yang keras bahkan membuat saya menangis,” ujarnya.

Perlakukan tersebut tak menyurutkan keputusannya untuk memeluk Islam di kemudian hati. Pada 2005, ketika usinya 22 tahun, di ruang tamu sebuah keluarga Muslim kenalannya, Molly membaca syahadat.

“Saya masih ingat betul perasaan saya saat itu. Saya merasakan tangan Tuhan merangkul saya dan mencabut dosa saya serta membuat saya menjadi orang yang baru,” katanya. Sejak saat itu, Molly tidak pernah melihat ke belakang. “Saya tidak pernah menyesali keputusan saya. Saya menemukan lebih banyak arti dan kesenangan dalam hidup saya setelah menjadi muslim,” ujarnya.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/08/17/m8veqw-novel-itu-mengantarkannya-menjadi-seorang-mualaf

Wednesday, August 15, 2012

Kehancuran Bangsa Sodom

Allah SWT telah menetapkan keputusannya bahwa barangsiapa yang ingin bahagia hidup di dunia dan di akhirat hendaklah menempuh jalan hidup yang telah dicontohkan oleh para Nabi-Nya. Sejauh mana kita taat kepada Allah maka sejauh itu pula kebahagiaan, kesuksesan dan kejayaan yang akan manusia peroleh. Adanya iman dan amal dalam kehidupan manusia maka akan menyebabkan kesuksesan hidup manusia. Tidak adanya iman dan amal dalam dalam kehidupan manusia maka akan menyebabkan kesusahan di dunia ini dan di akhirat nanti.

Allah mengutus para Nabi untuk memberi peringatan dan menyampaikan kabar gembira kepada umat manusia. Pada kesempatan ini marilah kita menyimak akan kezaliman umat yang telah malampaui batas dan telah Allah musnahkan dari atas bumi ini. Satu di antara umat itu adalah kaum Sodom.

Allah SWT telah mengutus Nabi Luth a.s untuk menyeru mereka agar beriman kepada Allah, memurnikan nama-Nya dan menjauhi kebiasaan buruk mereka yang melakukan hubungan sexual sesama jenis yaitu lelaki dengan lelaki dan meninggalkan perempuan. Perbuatan ini merupakan sesuatu penyelewengan fitrah yang amat buruk. Nabi Luth telah menyeru mereka untuk menghentikan perbuatan tersebut di samping menyampaikan seruan-seruan Allah, tetapi mereka mengabaikannya dan malah mereka mengingkari kenabiannya. Akhirnya, kaum Nabi Luth dimusnahkan dengan bencana yang sangat mengerikan dan dahsyat. Kejadian ini berlaku pada kira-kira tahun 1800 sebelum Masihi.

Allah SWT mengutus Nabi Luth a.s kepada satu kaum yang mendiami sepanjang timur laut (Dari Israel – Yordania), Laut Mati. Ibukota Sodom terletak di Utara Laut Mati.

Di dalam Al-quran menceritakan kisah Nabi Luth yang menasihati kepada kaumnya seperti mana dalam Surah Asy-Syuara ayat 160-168
Kaum Luth telah mendustakan para Rasul”, “Ketika saudara mereka Luth berkata kepada mereka,”Mengapa kamu tidak bertakwa?” “Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,” “Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada ku””Dan aku tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku hanyalah dari Tuhan seluruh alam” “Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki (Homoseks) di antara manusia” “dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk dijadikan sebagai isteri kamu? Kamu memang orang-orang yang melampaui batas’ ” Mereka menjawab, ” Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir” ” Dia (Luth) berkata, ” Aku sungguh benci kepada perbuatan mu”
Didalam Al Qur’an Surat Al A’raf Allah melanjutkan kisah ini.
Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah ) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan para pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri .” (QS. Al A’raaf, : 80-82)

Kaum Sodom hidup dalam lumpur kemaksiatan. Mereka terjun dalam kebejatan akhlak yang belum pernah dilakukan umat sebelumnya. Makin lama makin jauh mereka dari nur hidayah. Perampokan dan pencurian hampir terjadi setiap hari. Mereka yang kuat akan menindas dan menyiksa yang lemah. Maksiat yang paling menonjol adalah hubungan sexual sesama jenis. Perbuatan homoseksual (liwat) di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya.

Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar, menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan yang diilhamkan oleh iblis dan syaitan. Ia memberi penerangan kepada mereka bahwa Allah telah mencipta mereka dan Allah tidak meridhai amal perbuatan mereka yang mendekati sifat dan tabiat kebinatangan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal dengan amal kebajikan mereka. Yang berbuat baik dan beramal soleh akan diganjar dengan syurga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan di balaskannya dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam.

Nabi Luth berseru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan yaitu melakukan perbuatan homoseksual dan lesbian. Nabi Luth menyatakan perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung didalam penciptaan manusia. Tapi ternyata Kaum Sodom telah buta mata hatinya. Kemaksiatan yang mereka lakukan telah mendarah daging di dalam kehidupan sehari hari. Mereka tidak mengindahkan seruan Nabi Luth dan mengusir Nabi Luth dari kampungnya. Terlebih lagi mereka melakukan makar dengan menawan tamu tamu Nabi Luth yang berwajah tampan untuk mereka gunakan sebagai pelampiasan nafsu bejat mereka. Kaum yang sesat itu itu mengetahui bahwa tamu tamu tampan yang datang ke rumah Nabi Luth a.s adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai manusia yang diutus oleh Allah untuk menurunkan azab dan siksa atas rakyatnya kerana segala kemungkaran dan kemaksiat yang keji dan kotor. Rencana busuk kaum sodom berhasil terlaksana karena bantuan istri Nabi Luth yang seorang munafik.

Akhirnya Nabi Luth a.s dan kedua putrinya mengungsi dari kota Sodom karena kota itu akan ditimpa azab. Dan begitu langkah Nabi Luth berserta kedua puterinya melewati batas kota Sodom, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sodom, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang munafik itu. Getaran itu mendahului suatu gempa bumi yang kuat dan hebat disertai angin yang kencang dan hujan batu yang menghancurkan dengan serta-merta kota Sodom berserta semua penghuninya . Bertebaran mayat-mayat yang dilaknat oleh Allah S.W.T di kota Sodom, dan hancurlah kota tersebut. Namun, masih ditinggalkan kesan-kesan kehancuran kota tersebut oleh Allah S.W.T, sebagai peringatan umat manusia. Demikianlah kebesaran dan ayat Allah yang diturunkan untuk menjadi pengajaran dan ibrah bagi hamba-hamba-Nya yang mendatang.

http://kisahislami.com/kehancuran-bangsa-sodom/