Wednesday, May 23, 2012

Benzema: Dipuji Karena Taat Beribadah

REPUBLIKA.CO.ID,MADRID — Ketaatan Benzema terhadap ajaran agama Islam memang layak ditiru. Janji yang diucapkan pemain terbaik Ligue 1 Prancis pada 2008 itu selalu berusaha ditepatinya.

Tidak terkecuali, saat dia kecil pernah mengucapkan sumpah kepada ibunya bahwa suatu saat ingin bermain bermain di Santiago Bernabeu. Berkat skill istimewa, dan doa ibunya, sekarang mimpi itu terwujud.

“Bergabung bersama Real Madrid impian terpendam saya. Mimpi yang datang mendekat sedikit demi sedikit,” kata dia. Benzema bersyukur bisa mnjadi bagian dari skuat historis Madrid. “Saya suka warna putih, stadion, suasana yang ada di sekitar Bernabeu.”

Publik bola di Spanyol memuji kepribadiannya. Itu lantaran dia masuk dalam jajaran pesepakbola Muslim yang taat menjalankan agama, namun tetap mampu menampilkan permainan terbaik di lapangan. Hal itu menjadikannya sebagai sosok teladan untuk memotivasi umat Muslim di Eropa, khususnya Spanyol agar tetap berpuasa meski beraktivitas.

Sebelum menjejakkan kakinya di lapangan, Benzema sering berhenti sebentar di tepi lapangan untuk berdoa. Dia juga sering merayakan gol dengan mengangkat tangan sembari matanya menatap ke atas sebagai wujud permohonan rasa syukur kepada Allah SWT.

http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-spanyol/12/05/19/m48azq-benzema-dipuji-karena-taat-beribadah

Monday, May 21, 2012

Hikmah di Balik Air Mata

Dua ilmuwan pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Kedua peneliti tersebut berasal dari Jerman dan Amerika Serikat.

Hasil penelitian kedua peneliti itu menyimpulkan bahwa air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe berbeda dengan air mata yang mengalir karena kecewa dan sedih.

Air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya. Sedangkan, air mata yang mengalir karena rasa kecewa atau sedih disimpulkan mengandung toksin atau racun.

Kedua peneliti itu pun merekomendasikan agar orang-orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab, jika air mata kesedihan atau kekecewaan itu tidak dikeluarkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung.

Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat, menangislah sepuas-puasnya dan nikmatilah karena tidak selamanya orang bisa menangis. Orang-orang yang suka menangis sering kali dilabeli sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Khalik adalah positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif.

Orang-orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, air mata itu akan melicinkannya menembus surga. Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu akan memadamkan api neraka.

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi, "Ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fi sabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah."

Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis, dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis. Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi cacat karena air mata yang selalu berderai.

Tuhan memuji orang menangis. "Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk." (QS. Al-Isra’: 109). Nabi Muhammad SAW juga pernah berpesan, "Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah dosa-dosamu."

Ciri-ciri orang yang beruntung ialah ketika mereka hadir di bumi langsung menangis, sementara orang-orang di sekitarnya tertawa dengan penuh kegembiraan. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang-orang di sekitarnya menangis karena sedih ditinggalkan.

Tampaknya, kita perlu membayangkan ketika nanti meninggal dunia, apakah akan lebih banyak orang mengiringi kepergian kita dengan tangis kesedihan atau dengan tawa kegembiraan.

Jika air mata kerinduan terhadap Tuhan tidak pernah lagi terurai, apalagi jika air mata selalu kering di atas tumpukan dosa dan maksiat, kita perlu segera melakukan introspeksi. Apakah mata kita sudah mulai bersahabat dengan surga atau neraka.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/05/20/m4br8h-hikmah-di-balik-air-mata
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/05/20/m4br8h-hikmah-di-balik-air-mata
Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/05/20/m4br8h-hikmah-di-balik-air-mata

Sujud: Dahi di Tanah, Derajat Tinggi di Jannah

Ibnu Jarier menyebutkan dalam tafsirnya, bahwa Abu Jahal pernah berkata, “Apakah Muhammad masih menyungkurkan wajahnya ke tanah (sujud untuk shalat) di tengah kalian?” Orang-orang Quraisy menjawab, “Iya.” Lalu dia berkata, “Demi Lata dan Uzza, jika aku melihat ia shalat lagi, sungguh aku akan injak tengkuknya (saat sujud), dan aku akan benamkan wajahnya ke tanah.” Lalu ia mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk menginjak tengkuk beliau. Tiba-tiba ia terkejut, melangkah mundur sambil melindungi wajah dengan kedua tangannya. Lalu ia ditanya, “Ada apa denganmu?” Ia menjawab, “Antara aku dan dia ada parit api dan makhluk bersayap.” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Seandainya dia mendekatiku sungguh malaikat akan mencabik tubuhnya sepotong demi sepotong.”

Tentang peristiwa inilah Allah berfirman, “Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat…” hingga firman-Nya, “Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb.”) (QS. Al-Alaq 9 – 19)

Meski dalam bayang-bayang ancaman, Nabi shallallahu alaihi wasallam tetap diperintahkan sujud kepada Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Dan sebagai jaminannya, Allah mengutus malaikat untuk melindungi beliau dari ancaman yang membahayakan. Seberapa berartikah sujud itu?
 
 
Mencari Nikmat dalam Sujud
Sujud, sebagaimana disebutkan al-Ashfahani, bermakna merendahkan dan menghambakan diri kepada Allah (al-tadzallul lillah wa ‘ibadatih). Sujud adakalanya dilakukan secara ’mekanik’ melalui ketetapan dari Allah. Inilah sujud tumbuh-tumbuhan, binatang, dan semua benda-benda baik di langit maupun di bumi, termasuk di dalamnya sujud para malaikat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
‘’Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedangkan mereka tidak menyombongkan diri.’’ (An-Nahl: 49).

Adakalanya sujud juga dilakukan karena usaha (ikhtiyari). Inilah sujud seorang Muslim, baik waktu shalat, mendengarkan bacaan al-Qur’an (sujud tilawah), maupun ketika ia mendapatkan kenikmatan (sujud syukur). Ini sebagai realisasi dari firman Allah,
‘’Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu, dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.’’ (Al-Hajj: 77).

Demikian agung perkara sujud. Sujud menjadi cara paling tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga orang yang paling jauh dari Allah adalah orang yang paling jauh dari sujud. Sedangkan orang yang paling dekat dengan Allah, adalah orang yang paling banyak bersujud. Posisi sujud yang merupakan posisi paling dekat antara hamba dengan Rabbnya, sekaligus menjadi momen yang baik bagi seorang hamba untuk memohon kepada Rabbnya. Baik untuk mendatangkan kemaslahatan maupun menolak kemadharatan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Posisi hamba yang paling dekat dengan Rabbnya adalah di saat sujud, maka perbanyaklah doa (di kala sujud).” (HR Muslim)

Saat posisi dahi seseorang menyentuh tanah, merendahkan dirinya kepada Penciptanya, itulah posisi puncak ketawadhu’an. Karena dahi adalah simbol kehormatan seseorang. Dengan posisi itu, seseorang telah mengenyahkan sifat takabur dari hatinya. Bahwa dia hanyalah seorang hamba sebagaimana hamba lain yang ubun-ubunnya berada di tangan-Nya. Ia tak mampu berbuat apapun tanpa pertolongan-Nya. Sujud mengharuskan seseorang mengalahkan ego dan nafsunya, untuk kemudian menyerahkan total penghambaan kepada Rabb-Nya.

Agar sujud kita diterima, dan kita bisa menikmatinya, hendaknya menjalani sesuai sunnah Nab shalallahu ‘alaihi wasalam, dan dengan menyertakan sujudnya hati. Sentuhkan dahi ke tempat sujud dengan tenang, tak perlu tergesa-gesa untuk membaca, atau untuk segera mengangkat kepala. Resapilah posisi dan makna sujud kita yang meninggikan Allah semata. Akui kelemahan kerendahan diri di hadapan-Nya. Lalu bacalah bacaan sujud saat badan sudah pas dengan posisi sujud. Yakni ketika tujuh anggota badan; dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung telapak kaki telah menempel di alas sujud secara sempurna. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Perbanyak pula doa di dalamnya, karena Anda sedang berada dalam posisi yang paling dekat dengan Rabb Anda, dan dekat dengan pengabulan-Nya. Bisikkan doa dengan sepenuh pengharapan. Keadaan ini akan membuat jiwa menjadi tenang, hingga benar-benar shalat menjadi rehat dan pelepas lelah bagi orang-orang yang beriman.

Bagaimana tidak nikmat orang yang menjalani sujud dengan segenap jasad dan hatinya. Sujud hati yang akan menyatu dengan jiwa meski telah berada di luar shalat. Karakter Saajidiin (orang yang bersujud) terus disandang oleh hati, dan terejawantahkan oleh jasad dengan menjalani ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyebutkan bahwa di antara ulama salaf ditanya, “Apakah hati juga bersujud?” Beliau menjawab, “Iya, dengan sujud yang tidak pernah berhenti hingga bertemu dengan Allah Azza wa Jalla.” Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menguatkan bahwa ulama yang dimaksud adalah Sahl bin Abdillah at-Tusturi.

Sujud yang tidak menyertakan hati, atau bahkan hanya sekedar ingin diakui sebagai orang sebagai seorang muslim, jelas akan dirasa berat. Begitupun sujud yang dilakukan dengan cara menyelisihi sunnah, dan nihil dari tuma’ninah.

Umar bin Khathab radhiyallahu ’anhu berkata, “Ada seseorang yang rambutnya telah beruban di dalam Islam, namun belum menyempurnakan satu rekaatpun untuk Allah.” Beliau ditanya, bagaimana itu terjadi wahai Amiirul mukminin?” Beliau menjawab, “Ia tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya.”

Orang munafik juga tidak pernah mengenyam lezatnya sujud. Kerasnya hati membuat jasad tidak betah pula menyungkurkan wajah di hadapan Allah. Nabi menggambarkan buruknya sujud orang-orang munafik,

تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِ يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَىِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيلاً

”Itulah shalatnya orang munafik, ia duduk menunggu matahari hingga berada di antara dua tanduk setan (hampir tenggelam) lalu berdiri shalat kemudian mematuk ke tanah empat kali dan ia tidak berdzikir kepada Allah kecuali sedikit.” (HR Muslim)

Dahi di Tanah, Derajat di Puncak Jannah
Alangkah rugi orang yang kehilangan nikmat sujud, juga mereka yang minim sujud secara kualitas maupun kuantitas. Karena pada sujud terkandung keutamaan-keutamaan yang sangat banyak.
Bukanlah suatu kehinaan merendahkan diri atau bahkan menghinakan diri di hadapan Sang Pencipta. Justru, semakin tawadhu’ dan tunduk seseorang di hadapan Allah, semakin tinggi dan mulia pula kedudukannya di sisi Allah, sedangkan kemuliaan hanyalah milik Allah. Karenanya, Allah akan mengangkat satu derajat kemuliaan setiap kali seorang hamba bersujud kepada Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bersabda,

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ، فَإِنَّكَ لا تَسْجُدُ للهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً ، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً”

“Hendaknya kamu memperbanyak sujud karena sesungguhnya tidaklah kamu sujud sekali kecuali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan dengannya satu dosa.” (HR Muslim, Tirmidzi, dan an-Nasa’i).

Satu derajat ditinggikan, dan satu dosa dihapuskan dengan sekali sujud. Makin banyak sujud dalam shalat, dosa makin terkikis, dan makin tinggi pula derajat seseorang di jannah. Bahkan bisa menyertai Nabi shallallahu alaihi wasallam di puncak jannah. Imam Muslim meriwayatkan dari Rabi’ah bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu,

فَأَعِنِّي عَلى نَفْسِكَ بَكَثْرَةِ السُّجُودِ

“Aku menginap bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam dan membantu beliau untuk menyiapkan air wudhu dan kebutuhan lainnya.” Kemudian, Rasulullah bersabda, “Mintalah sesuatu kepadaku.” Aku menjawab, “Aku mohon agar bisa menemani Anda di jannah.” Beliau menjawab, “Masih ada yang lain?” Aku berkata, “Hanya itu saja.” Lalu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Bantulah aku untuk dirimu dengan memperbanyak sujud.” (HR Muslim, An-Nasai, Abu Daud, Ahmad).

Peluang ini berlaku pula bagi selain Rabi’ah bin Ka’ab. Siapapun yang memperbanyak sujud, maka ia berpeluang untuk menyertai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di ketinggian jannah.
Tak perlu khawatir bagaimana bisa mengetahui posisi dan bertemu Nabi. Karena orang-orang yang rajin sujud akan dikenali bekasnya oleh Nabi pada Hari Kiamat.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “Tak satu orangpun di antara umatku yang tidak kukenali pada Hari Kiamat. Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana engkau dapat mengetahuinya wahai Rasulullah, sedangkan engkau berada di tengah-tengah banyaknya makhluk?" Beliau bersabda: “Apakah kalian dapat mengetahui sekiranya kalian memasuki tempat tumpukan makanan yang di dalamnya terdapat sekumpulan kuda berwarna hitam pekat yang tidak dapat tertutup oleh warna lain, dan di dalamnya terdapat pula kuda putih bersih, bukankah kalian dapat membedakannya? Mereka menjawab, “Tentu!” Beliau bersabda, “Sesungguhnya umatku pada hari itu berwajah putih bersih karena (bekas) sujud dan karena (bekas) wudlu’.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dengan sanad yang sahih; Tirmidzi juga meriwayatkan hadis ini, dengan komentar : shahih).

Allahummaj’alna minas saajidin, semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang bersujud. Aamiin. (Abu Umar Abdillah) []

Oleh Abu Umar Abdillah
http://www.arrisalah.net/kolom/2012/04/sujud-dahi-di-tanah-derajat-tinggi-di-jannah-2.html

Subhanallah, Bayi Ini Lahir Membawa Alquran

NIGERIA -- Allah SWT tak pernah berhenti menunjukkan kuasa-Nya. Seorang bayi di Nigeria lahir sembari membawa Alquran dari rahim ibunya. Sejatinya, ibu bayi tersebut beragama Kristen, tapi pascamelihat mukjizat Allah tersebut, sang ibu dan nenek bayi tersebut langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan diri masuk Islam.

Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.

Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.

Kelahiran bayi tersebut pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama kepada bayi tersebut. Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.

Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Alquran. Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.

Dalam acara pemberian nama itu, turut hadir ulama setempat, Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Alifathiaquareeb Islamic Society of Nigeria.

Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto bayi tersebut.

Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversi sebagian pihak. Sebagian pihak berkata mustahil, tapi sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan, dimana tak ada yang mustahil bagi-Nya.

Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/12/05/19/m49osw-subhanallah-bayi-ini-lahir-membawa-alquran

Friday, May 18, 2012

Abel Xavier: Menemukan Islam Saat Terpuruk

Bagi penggemar sepak bola, Abel Xavier tentu bukanlah sosok yang asing. Pemain yang pernah merumput di sejumlah klub terkemuka seperti Everton FC, PSV Eindhoven, Liverpool FC, dan sejumlah klub lainnya itu biasa tampil di lapangan hijau dengan gayanya yang nyentrik. Gayanya seperti pemain basket NBA, Dennis Rodman.

Pecinta olahraga si kulit bundar juga pasti tak akan lupa dengan sosok Xavier saat Portugal behadapan dengan Prancis pada semifinal Piala Eropa 2000. Pemain belakang Timnas Portugal itu dinyatakan terkena handsball di kotak penalti. Handsball yang controversial itu membuat mimpi Portugal untuk melaju ke babak final akhirnya kandas.

Lantaran Xavier, Portugal tersingkir dari perhelatan sepakbola negara-negara Eropa tersebut secara tragis. Sosok Xavier memang mudah diingat, bukan hanya karena permainannya di lapangan hijau, namun juga karena penampilannya yang terbilang nyentrik.

Bek asal Portugal itu memang dikenal senang menata rambutnya. Selama merumput di lapangan hijau, ia pernah tampil dengan rambut vysvetlennye dan jambang berwarna blonde. Di lain kesempatan, ia mengecat jambang dan rambutnya dengan warna putih dan tetap menyisakan warna hitam di bagian akar rambutnya.

Di penghujung kariernya sebagai pesepakbola, lagi-lagi ia membuat gempar para pecinta si kulit bundar di seantero dunia dengan pengakuannya yang terbilang mengejutkan. Pada Desember 2009, ia menyatakan dirinya telah menjadi seorang mualaf. Bahkan, ia juga mengganti namanya dengan Faisal Xavier.

***

Abel Luis da Silva Costa Xavier atau lebih dikenal dengan Abel Xavier lahir pada 30 November 1972 di Mozambik (provinsi Portugal). Ia memulai karier sebagai pesepakbola profesional saat bergabung bersama Estrela da Amadora pada usia 18 tahun. Tiga tahun kemudian ia bergabung dengan SL Benfica, klub sepakbola yang bermain di ajang liga utama kompetisi sepak bola Portugal.

Ia juga sempat merumput bersama Benfica selama dua musim (1993-1995). Di klub elite tersebut Xavier berhasil membawa klub berjuluk The Eagle itu menjadi juara Liga Portugal. Berkat talenta yang hebat sebagai defender membuat banyak klub Eropa tertarik padanya.

Namun, ia lebih memilih bergabung bersama AS Bari, sebuah klub gurem di Liga Serie A Italia. Saat membela Bari, karier Xavier tidak begitu cemerlang, sehingga ia dijual oleh klubnya ke klub La Liga Spanyol, Real Oviedo pada 1996. Di klub barunya itu Xavier tidak bertahan lama. Pada tahun 1998, klub sepakbola asal Negeri Belanda, PSV Eindhoven, memboyongnya.

Lagi-lagi Xavier tidak bertahan lama merumput di liga Belanda. Ia kemudian mencoba peruntungannya di ajang Liga Primer Inggris. Ia tercatat pernah membela Everton FC (1999-2002) dan Liverpool FC (2002-2003). Saat terikat kontrak dengan Liverpool, Xavier sempat bermain bersama klub sepak bola asal Turki, Galatasaray SK, dengan status sebagai pemain pinjaman.

Xavier juga sempat mencicipi kompetisi Bundesliga selama satu musim (2003-2004) bersama Hannover 96. Ia kemudian memilih bergabung dengan AS Roma (2005) dan Middlesbrough FC (2005-2007) sebelum akhirnya hijrah ke Amerika Serikat pada tahun 2007. Di Negeri Paman Sam ini ia bergabung dengan klub MLS (Major League Soccer) yang pernah mengontrak David Beckhan, Los Angeles (LA) Galaxy.

***

Xavier memilih hengkang dari Middlesbrough karena ingin mencari tantangan baru dan menolak tawaran kontrak baru dari Boro. Kepindahannya ke Amerika Serikat sangat disayangkan beberapa klub di Inggris mengingat persepakbolaan Amerika Serikat masih dalam tahap berkembang. Keputusannya tersebut dinilai justru akan mengakhiri karier sepak bola Xavier.

Kekhawatiran banyak pihak bahwa karier Xavier akan berakhir di LA Galaxy benar-benar terbukti. Setelah bermain selama satu musim, manajemen LA Galaxy memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Xavier menyusul perselisihan yang terjadi antara dirinya dengan sang pelatih Ruud Gullit.

Perselisihan antara pemain dan pelatih ini bermula dari keputusan Gullit yang mendatangkan pemain baru untuk mengisi posisi yang ditempati Xavier. Pemain tersebut aadalah Eduardo Dominguez yang berasal dari klub Liga Klausura (Liga Argentina), Huracan.

Kepada kantor berita Associated Press (AP), Xavier mengungkapkan bahwa dia merasa kecewa terhadap keputusan Gullit. Seperti dilansir AP, Xavier berkata, "Gullit melakukan hal yang saya anggap sangat arogan. Sebagai pemain, dia tergolong hebat. Namun sebagai pelatih, dia bukan apa-apa."

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/05/18/m46yo9-abel-xavier-menemukan-islam-saat-terpuruk

Wednesday, May 16, 2012

Ketawadhuan Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah bercerita: “Aku belajar lima masalah dalam ibadah haji dari seorang pencukur rambut.”

Berikut ini kisahnya:

Setelah aku menyelesaikan manasik haji aku pergi ke tukang cukur untuk mencukur rambutku.

Aku bertanya kepada tukang cukur: “Berapa ongkos mencukur rambut?”

Tukang cukur itu berkata: “Ini adalah ibadah, dan ibadah tidak mensyaratkan apa pun. Duduklah!”

Aku pun duduk dan membelakangi kiblat.

Dia berkata: “Hadapkan wajahmu ke arah kiblat!”

Ku berikan kepalaku sebelah kiri untuk dicukur terlebih dahulu. Dia kembali berkata: “Putar kepalamu ke arah kanan.”

Maka aku pun memutar kepalaku ke arah kanan. Dia langsung mencukur rambutku dan aku diam saja. Dia berkata lagi: “Bacalah takbir (Allahu akbar)!”

Aku pun terus membaca takbir sampai dia selesai mencukur. Ketika aku berdiri dia berkata: “Mau ke mana kamu?”

Aku menjawab: “Aku ingin meneruskan perjalananku.”

Dia berkata: “Shalatlah dua raka’at dulu, setelah itu pergilah.”

Aku sangat terkejut dengan perkataan tukang cukur itu dari awal dia mencukur rambutku, lalu aku bertanya kepadanya:”Dari mana kamu belajar semua ini?”

Dia berkata: “Aku pernah melihat ‘Atha’ bin Abi Rabbah melakukan ini.”

Di antara ketawadhu’an Imam Abu Hanifah yang lain adalah ketika Abu Hanifah melewati anak-anak yang sedang bermain di jalan, dia berkata kepada salah seorang dari mereka: “Wahai anakku, hati-hati, nanti jatuh ke tanah.”

Anak-anak membalas: “Engkau yang harus hati-hati, agar jangan sampai jatuh, karena terperosoknya orang alim adalah terperosoknya alam.” (Kesalahannya menyebabkan kesalahan orang-orang).

Abu Hanifah berkata: “Demi Allah, sejak saat itu aku tidak mengeluarkan fatwa, kecuali setelah berdiskusi dengan murid-muridku selama 40 hari.”

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/05/19954/ketawadhuan-abu-hanifah/#ixzz1v0TJ5tBr

Setelah Menolak Islam Selama 23 Tahun Akhirnya Ayah Saya Wafat sebagai Muslim


Abdur Rahim GreenAbdur Rahim Green seorang mualaf menjelaskan bagaimana hari-hari terakhir ayahnya di rumah sakit sebelum dia akhirnya meninggal dunia.
Green adalah mantan Direktur Barclays Bank di Kairo, dan putranya Abdur Rahim Green menemukan Islam lebih dari 20 tahun yang lalu, dan saat ini menjadi tokoh terkenal di kalangan sarjana Muslim dan pengkhotbah di Inggris.
Sebelumnya Abdur Rahim berpikir bahwa ayahnya tidak akan pernah menjadi muslim, namun kehendak Allah berkata lain, ayahnya Green akhirnya masuk Islam hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal.
Mengutip sebuah hadits Nabi yang berbunyi: "Semoga wajahnya digosok dalam debu (semoga dia menjadi terhina) serta masuk neraka orang yang salah satu orangtuanya sudah mencapai usia tua namun dia tidak melayani mereka."
Abdul Rahim Green kemudian mengatakan, "Itulah mengapa saya memutuskan untuk meluangkan waktu saya di sini dengan ibu saya setelah kematian ayah saya.

Kematian ayah saya adalah sesuatu yang membuat saya sangat bahagia, dan merupakan kisah luar biasa tentang bagaimana hanya sepuluh hari sebelum ia meninggal, ia diberkati untuk mengucapkan dua kalimat Syahadat.

Allah SWT hanya menyuruh kita untuk berdakwah dan kita tidak bisa mengubah siapa pun untuk berubah menjadi Islam kecuali dengan izin Allah. Tugas kita adalah untuk menyampaikan dakwah, untuk menjelaskan kepada orang dengan cara terbaik yang kita bisa, hidayah hanya ada di tangan Allah SWT.

Saya tidak pernah berpikir bahwa ayah saya mengucapkan kalimat Syahadah. Ayah saya adalah seorang ayah yang luar biasa, dia memiliki kepribadian yang luar biasa dan tidak ada yang bisa menggambarkan dia sebagai orang yang buruk.

Selama 23 tahun, sejak saya menjadi seorang Muslim, saya telah mengajak ayah saya untuk masuk Islam. Dan saya memutuskan untuk memberikan contoh terbaik saya yang mungkin bisa menggambarkan Islam sebenarnya, tentang bagaimana Islam memandang hidup, tentang bagaimana Islam mengajarkan saya untuk menghormati dia sebagai orangtua. Tapi saya berpikir bahwa ayah saya berpikiran sangat tertutup terhadap Islam, jadi saya tidak pernah berharap penuh bahwa ia akan menjadi seorang Muslim.

Ayah saya telah sakit selama beberapa tahun, dan ibu saya berpikir bahwa ia tidak akan sembuh dari sakitnya. Sebagaimana yang terjadi, beberapa minggu ketika saya kembali dari Inggris, saya tiba di rumah sakit dan langusng pergi menemui ayah saya. Saya menatapnya dan saya berpikir bahwa ia bisa mati malam ini. Jadi, saya berpikir, jika saya tidak mengatakan sesuatu tentang Islam, saya tidak akan memaafkan diri saya sendiri.

Saya tahu bahwa saya mencoba mengajaknya masuk Islam melalui banyak cara. Tapi saya berpikir bahwa saya harus membuat upaya terakhir.

Saya telah menghabiskan waktu yang lama memikirkan apa yang bisa saya katakan. Bagaimana saya bisa mengatakannya? Apa cara yang tepat untuk mendekatinya? Dia sudah sangat sakit, jadi saya tidak ingin membuat dia kesusahan, saya tidak ingin membuat dia menjadi lebih marah.

Sejujurnya saya takut bahwa ia mungkin mengatakan "Tidak," dan menolak ajakan saya. Dan saya bahkan khawatir bahwa jika ia memang mengatakan Syahadat namun tidak masuk ke dalam Islam, kemudian ia sembuh dan pulang ke rumah dan menjadi lebih arogan tentang Islam, hal itu lebih menakutkan saya.

Ini benar-benar hal yang sulit. Setiap mualaf yang memiliki orang tua yang belum muslim, mereka pasti mengalami dilema ini seperti yang saya alami. Namun jangan pernah meremehkan kekuatan dari doa, karena itu maka ketika saya bingung, saya meminta Allah untuk membantu saya menemukan sesuatu untuk dikatakan kepada ayah saya.

Saat ia berbaring di tempat tidur, saya berkata kepadanya: 'Ayah! Saya punya sesuatu yang sangat penting untuk saya beritahukan kepada ayah, apakah ayah mau mendengarkannya?' Ayah saya tidak bisa benar-benar berbicara dengan baik, jadi dia mengangguk. Lalu saya berkata: 'Saya punya sesuatu untuk dikatakan, jika saya tidak mengatakannya, saya akan menyesalinya.'

Dan kemudian saya mengatakan kepadanya bahwa, 'Di hari kiamat, seorang pria akan datang di depan Allah dengan banyak perbuatan dosa serta kemaksiatan, dan Allah akan berkata kepadanya, Anda memiliki sesuatu yang melampaui semua itu. Dan orang itu akan berkata, 'Apa itu Tuhanku?' Allah berfirman, 'Sebuah pernyataan tertulis yang bisa Anda buat: Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya.'
Saya berkata, 'Jadi ayah, ini adalah kunci surga, ini adalah kunci sukses dalam kehidupan yang akan datang, bagaimana menurut ayah?'
Dan ia menganggukkan kepalanya.

Saya berkata, 'Apakah itu berarti Anda ingin mengatakan kata-kata tersebut?'
Dan ayah saya berkata, 'Ya.'
Dia menginkuti kata-kata yang saya ucapkan, 'Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah Rasulullah.'
Saya harus meninggalkan rumah sakit pada hari itu, karena rumah sakit memiliki beberapa aturan ketat. Saya mengunjunginya pada hari berikutnya, dan dia sudah tidak ingat apa-apa. Dia tidak mampu mengingat satu hal dari sehari ke hari yang lain, bahkan dari jam ke jam yang lain, tapi itu bukan akhir semua itu.
Tiga atau empat hari sebelum ia meninggal, ayah saya berkata: 'Tolong, tolong bantu saya.'
Saya berkata, 'Ayah apa yang kau ingin saya lakukan?'
Dia mengatakan, 'Saya tidak tahu!'
Lalu ia berkata, 'Beri saya sesuatu yang mudah untuk dilakukan.'
Saya teringat hadits Nabi: 'Ada sesuatu yang ringan di lidah, namun berat di sisi timbangan.' Jadi, saya berkata, 'Ayah, jika saya adalah ayah, saya akan terus mengulangi kalimat syahadat berulang-ulang.'
Dan dia berkata, 'Ya, itulah yang ingin saya lakukan.'
Dan kami menghabiskan setengah jam mengulang-ulang kalimat Syahadah itu.

Tidak beberapa lama kemudian, saya berangkat ke Inggris, dan di sana saya mendengar ayah saya telah meninggal dunia. Subhanallah." (fq/oi)

http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/setelah-menolak-islam-selama-23-tahun-ayah-meninggal-muslim.htm