Monday, January 17, 2011

Jangan Menunggu !

Jangan menunggu bahagia baru tersenyum,
tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

Jangan menunggu kaya baru bersedekah,
tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak,
tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli,
tapi pedulilah dengan orang lain! maka kamu akan dipedulikan...

Jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia,
tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.,
tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

Jangan menunggu proyek baru bekerja,
tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu.

Jangan menunggu dicintai baru mencintai,
tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang,
tapi hiduplah dengan tenang, Insya Allah bukan sekadar uang yang datang.

Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti,
tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

Jangan menunggu sukses baru bersyukur,
tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

Jangan menunggu bisa baru melakukan,
tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti.

Seribu kata mutiara akan dikalahkan Satu Aksi Nyata!

oleh Pramono Dewo
dari milis motivasi

Mengaku Bersalah

Oleh Muhammad Abbas Aula

Rasulullah SAW tampak keheranan mendengar pengakuan tulus Ma'iz bin Malik. Sadarkah Ma'iz bahwa pengakuannya berakibat dijatuhi hukuman mati? Karena itu, Rasulullah bertanya, apakah orang ini sedang mengalami gangguan kejiwaan. "Ia tidak gila!" jawab sahabat yang hadir.

Namun, Rasulullah SAW masih juga meragukan ketulusannya. Beliaupun menyuruh salah seorang di antara yang hadir untuk mencium aroma tubuhnya. Jangan-jangan ada bau minuman keras, bisa diduga laki-laki ini sedang mabuk berat. Juga tak tercium sedikit pun bau minuman keras di tubuhnya. Untuk lebih meyakinkan, Rasulullah SAW bertanya langsung kepadanya, apakah betul Anda berzina. "Ya," jawab Ma'iz, seraya mendesak agar segera dibersihkan dirinya dari dosa zina. Dia siap menjalani hukuman rajam.

Kasus serupa terjadi pada diri wanita Ghamidiyah asal lembah Juhainah. Di hadapan Rasulullah SAW ia mengaku hamil hasil zina, dan memohon agar dijatuhi hukuman rajam seperti terjadi pada Ma'iz. Rasulullah SAW menganjurkan agar ia segera bertaubat kepada Allah, sambil menunggu lahir bayi yang di kandungnya.

Wanita itu kembali melaporkan diri setelah bayinya lahir, dan mendesak agar segera menjalani eksekusi. Rasulullah SAW masih juga menyuruhnya pulang dan memberinya kesempatan untuk menyusui sampai anaknya bisa disapih.

Wanita malang ini datang kembali sambil menggendong anaknya, di tangannya ada sepotong roti sebagai tanda bahwa sang anak benar-benar sudah disapih.

Kesempatan ini mestinya dapat dimanfaatkan oleh Ghamidiyah untuk melarikan diri. Rasulullah pun tidak akan menyuruh para sahabat mencari wanita itu, atau memasukkannya dalam daftar buronan jika benar bahwa setelah anaknya disapih ternyata ia tidak melaporkan diri. Tampaknya Rasulullah SAW sangat memahami bahwa wanita ini sungguh-sungguh bertaubat dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Ma'iz dan Ghamidiyah adalah sosok dua anak manusia langka di zaman sekarang ini. Keduanya datang melaporkan diri, mengakui kesalahannya, lalu minta dihukum dengan hukuman paling berat yang merenggut nyawa.

Keduanya seperti tidak yakin bahwa taubatnya diterima oleh Allah, jika hanya dengan lantunan doa dan istighfar, tanpa menjalani hukuman rajam. Keduanya memilih hukuman di dunia walaupun teramat berat, daripada di akhirat nanti dihukum dengan hukuman yang lebih dahsyat. Usai eksekusi para sahabat masih memperdebatkan, apakah taubatnya diterima oleh Allah atau tidak? Bahkan Umar bin Khattab mempertanyakan, apa layak menshalatkan jenazah orang yang berbuat dosa zina seperti ini?
"Sungguh Allah telah menerima taubatnya. Bila taubatnya dibagikan kepada seluruh umat ini, niscaya taubatnya masih tersisa," ujar Rasulullah SAW meyakinkan. (HR Muslim No 1695).

Perubahan drastis bisa terjadi pada diri seorang Muslim, manakala keyakinan akan adanya kehidupan di hari akhirat, meresap ke lubuk hati yang paling dalam. Wallahu a'lam. (Dimuat di Republika)

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/11/01/14/158543-mengaku-bersalah

Wednesday, January 12, 2011

Berbagai 3 Hal Penting dalam Hidup Manusia

Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak bisa kembali:
1. Waktu
2. Kata-kata
3. Kesempatan

Ada 3 Hal yang dapat menghancurkan hidup seseorang:
1. Kemarahan
2. Keangkuhan
3. Dendam

Ada 3 Hal yang tidak boleh hilang dalam hidup:
1. Harapan
2. Keikhlasan
3. Kejujuran

Ada 3 Hal yang paling berharga dalam hidup:
1. Kasih sayang
2. Keluarga dan teman
3. Berbuat kebajikan

Ada 3 Hal dalam hidup yang tidak pernah pasti:
1. Kekayaan
2. Kesuksesan
3. Mimpi

Ada 3 Hal yang akan membentuk karakter seseorang:
1. Komitmen
2. Ketulusan
3. Kerja keras

Ada 3 Hal yang bisa membuat kita sukses:
1. Imajinasi
2. Kemauan
3. Ketekunan

Dengan memperhatikan, mencermati, dan menjalankan berbagai macam “3 hal” di atas, maka bukan mustahil Anda akan bisa meraih segala sesuatu yang dingiinkan/diimpikan selama ini.

Anda adalah Apa yang Anda Pikirkan

by Andrie Wongso

Dikisahkan, seorang ibu muda memiliki 2 orang putra. Sayangnya si putra bungsu mengalami pertumbuhan kemampuan berpikir yang lamban, tidak memiliki kecerdasan seperti sang kakak. Jadilah dia anak yang pemalu, rendah diri dan sering dilecehkan oleh teman2 di sekolahnya.

Tugas sebagai ibu merangkap tulang punggung keluarga, membuatnya kelelahan, sehingga kelambanan si bungsu pun sering menjadi sasaran kemarahan dan kejengkelannya. Kata-kata kasar, seperti: "dasar anak bodoh" dan sejenisnya seolah menjadi santapan sehari-hari buat si bungsu.

Ucapan sang ibu maupun ejekan dari teman-teman, meyakinkan si bungsu bahwa dirinya anak yang menyusahkan dan memalukan keluarganya. Kekecewaan terhadap diri sendiri tercermin pada kegiatan yang dilakukan dari hari ke hari. Setiap bangun pagi, saat menatap wajah sendiri dari pantulan kaca cermin, dia memulai kegiatan dengan menyapa diri yang ada di cermin sambil berucap lirih dan sedih, "Si bodoh sedang mencuci muka", "Si bodoh mulai menyikat gigi," "Si bodoh lagi mandi," "Si bodoh berangkat ke sekolah," dan seterusnya.

Waktu terus berjalan …

Diceritakan, sebagai warga negara dewasa, ada wajib militer yang harus dijalani. Maka, si putra bungsu ini pun mendaftar dan mulai mengikuti berbagai tes: tes kesehatan, tes kemampuan fisik, dan tes yang lain. Saat hari pengumuman, dia dipanggil menghadap ke dewan penguji.

"Ah... Aku si bodoh, bisakah lolos tes kali ini?" katanya dalam hati, sambil memasuki ruangan dengan kepala tertunduk. Sungguh tidak diduga sama sekali, hasil tesnya ternyata mendapat pujian tertinggi dari dewan penguji. "Selamat anak muda! Hasil tes Anda luar biasa!! Anda sungguh pemuda yang hebat dan berbakat." Mendapat pujian seperti itu, dia seolah tidak mempercayai telinganya sendiri. Kata-kata dewan penguji adalah penemuan sisi baru dirinya yang tidak diketahui sebelumnya. Suara itu terus bergema di pikirannya, menumbuhkan kebanggaan, memotivasi setiap sikap dan tindakannya yang mencerminkan bahwa dirinya orang hebat dan luar biasa. Mulailah siklus hariannya berubah, "Aku, orang hebat sedang mandi," "Si hebat mencuci muka," "Pemuda berbakat lagi mengosok gigi," dan seterusnya. Kepercayaan diri dan citra dirinya meningkat luar biasa.

Hingga 20 tahun kemudian, si bungsu membuktikan dirinya sebagai salah seorang pengusaha sukses yang disegani, dihormati, dan menerima banyak penghargaan.


Teman2 yang Luar Biasa!

Pola pikir dan keyakinan adalah kekuatan di belakang sistem sukses yang ada di dalam diri kita. Apapun yang kita bayangkan dan kita yakini terus menerus dalam benak kita, pada akhirnya akan terwujud dalam kenyataan. Itulah hukum pikiran universal yang berlaku.

Kalau kita selalu berkata: "Mana mungkin aku bisa sukses?", "Aku sulit berhasil," maka kecenderungan sikap mental seperti itu akan disusul oleh kenyataan berupa kegagalan. Sebaliknya kalau kita berkata pada diri sendiri, "Aku bisa sukses, "Aku mampu," besar kemungkinan kita akan berusaha keras dengan berbagai cara sehingga kesuksesan bisa diraih persis seperti yang diyakini dan kita pikirkan.

Jadi tepat sekali ungkapan yang mengatakan YOU ARE WHAT U THINK. Anda adalah seperti apa yang Anda pikirkan! Mari, miliki citra diri yang sehat! Miliki keyakinan diri yang mantap!

Salam sukses luar biasa!!

[Andrie Wongso]

Dicopy dari http://www.facebook.com/satyadharma.mohammad#!/notes/andrie-wongso/cerita-motivasi-anda-adalah-apa-yang-anda-pikirkan/489266429159

Mari Becermin

Oleh Deden Zaenal Muttaqien***

Saya kira, anda, saya, dan kebanyakan kita sering bercermin. Berapa kali dan di mana kita bercermin, saya kira tak lagi terbilang jumlah dan tempatnya.

Bercermin adalah kegiatan yang sederhana. Setiap orang bisa melakukannya kapan dan di mana pun berada. Karena bercermin berarti melihat diri sediri melalui cermin. Namun, kegiatan yang sederhana ini memiliki manfaat yang luar biasa. Dengan becermin, kita akan tahu apa yang kurang dari penampilan kita.

Tapi, pernahkah hati kita becermin? Kita lebih mengutamakan merapikan pakaian, menyisir rambut, make-up, dan lain sebagainya. Tapi, pernahkah kita merapikan sikap ikhlas kita, amal kita, dan penampilan batin kita?

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS Al Hasyr [59]: 18).

Umar bin Khattab mengatakan, “Hasibu anfusakum qobla antuhasabu." (Evaluasilah (hisablah) dirimu sendiri sebelum kalian dihisab (di hadapan Allah kelak)”.

Perkataan Umar tersebut mengajarkan kepada kita untuk terus mengintrospeksi diri, menghitung-hitung amalan kita apakah amal baik melebihi amal jelek kita? Atau malah sebaliknya.

Jika hari ini kita mengalami kegagalan, segeralah introspeksi diri. Barang kali ada langkah-langkah kita yang kurang sempurna. Jika hari ini kita mengalami kerugian, segeralah introspeksi diri. Barang kali ada usaha kita yang terlewat. Jika hari ini kita mengalami penurunan prestasi, segerah introspeksi diri. Barang kali ada waktu luang kita yang terabaikan. Jika hari ini kita mengalami keretakan hubungan, segeralah introspeksi diri. Barang kali ada hak-hak saudara kita yang belum ditunaikan. Jika hari ini kita mempunyai masalah apapun, segeralah introspeksi.

Perhatikanlah terus penampilan batin kita sebagaimana kita memperhatikan penampilan luar kita. Sebaik-baiknya manusia, adalah yang menyiapkan bekal terbaik sebelum menghadap Tuhan-Nya. Wallahu a'lam.

*** Penulis adalah pengajar di SMP Islam Al Qudsiyah Sukabumi.

Dicopy dari http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/11/01/05/156626-hikmah-sore-mari-becermin

Pengkhianatan Setan

Hanya Alquran yang mampu membuka rahasia-rahasia besar yang pasti akan terjadi di akhirat kelak. Salah satunya adalah pengkhianatan setan secara terbuka kepada para pengikutnya yang, dalam Kitab Suci disebutkan, dalam keadaan hina, putus asa, terlunta-lunta, dan tanpa pembela.

Saat perkara hisab telah diselesiakan, berkatalah setan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu namun aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku. Cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekalikali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." (QS Ibrahim [14] : 22).

Sungguh terkutuk itu setan. Apakah kita, manusia, tidak tahu? Sejak Nabi Adam AS sampai menjelang kiamat kelak, tak ada manusia yang tak tahu setan itu memang penipu dan pengkhianat besar.

Manusia menjadi tumbal setan, karena pada hakikatnya manusia itu makhluk lemah. Mudah sekali dirayu, digoda, dan akhirnya dikuasai setan. Terlebih lagi jika setan sudah merasuk ke dalam tubuh kita. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya setan itu mengalir dalam diri anak Adam laksana aliran darah." (HR Bukhari dan Muslim).

Di zaman teknologi digital serba canggih sekarang ini, kata Dr `Aidh Al-Qarni, jurus tipuan setan juga lebih canggih dari kemampuan kita untuk menangkalnya. Begitu canggih, begitu lihai, begitu halus tipuan setan, sampai-sampai kita tidak sadar mengikuti pola pikir dan tingkah laku persis setan.

Segala kesenangan hidup­ industri hiburan yang mengepung kita, misalnya-menjadi media mengasyikkan bagi setan untuk mejerumuskan manusia. Dalam Virus of the Mind, Richard Brodie mengingatkan, virus kejahatan yang menyebar lewat dunia hiburan mudah sekali merusakkan akal budi kita. Ketika akal budi runtuh, setan berjaya membangun singgasananya dalam hati dan pikiran kita.

Dengan masygul Rasulullah SAW menasihati kita agar berhati-hati benar pada segala kesenangan dunia. Sebab, di situlah setan bersembunyi menjebak kita. Hanya Allah yang mampu melindungi kita agar selamat dari segala tipu daya setan. "Jika engkau ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah pada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al-A'raf [7] : 200).

Oleh EH Kartanegara

Dikutip dari http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/11/01/12/157990-hikmah-pengkhianatan-setan

Friday, January 7, 2011

Gara-Gara Daging Babi

Waktu baru menunjukkan pukul 10.00 pagi di Beijing, Cina. Waktu salat Jumat masih tiga jam lagi. Seorang laki-laki terlihat mendekati masjid.

Lelaki itu sejenak berdiri ragu di depan masjid. Ada rasa enggan untuk melangkahkan kaki ke dalam masjid, apalagi setelah melihat tulisan di pintu gerbang masjid yang ditulis dalam bahasa Cina, Inggris dan Arab berbunyi "Hanya untuk Muslim."

Tapi lelaki itu menepis keraguannya dan memberanikan diri memasuki masjid.

"Ada yang bisa saya bantu?" tiba-tiba seorang lelaki menyapanya, imam masjid itu.

"Saya ingin menjadi seorang muslim," ujar lelaki yang disapa.

Imam masjid tersenyum dan menyambut lelaki yang ingin masuk Islam itu. Ia membawanya ke kantor "Komunitas Muslim" yang terletak di dekat bangunan masjid. Sang imam menyodorkan tiga buku kecil tentang Islam. Ia ingin lelaki itu lebih mempelajari tentang agama Islam, agama yang ingin dipeluknya.

Lelaki muda itu ternyata bukan hanya membaca semua buku tersebut, tapi membaca banyak buku lainnya tentang Islam. Ia pun sering mengajak beberapa imam di masjid untuk berdiskusi untuk membuktikan bahwa ia tahu apa yang ingin ia lakukan.

Akhirnya, seorang imam menuntunnya mengucapkan dua kalimat syahadat dan lelaki muda itu resmi menjadi seorang muslim.

Lelaki itu adalah Jang, yang setelah masuk Islam mengganti namanya menjadi Salim. Setelah bersyahadat, Salim menceritakan mengapa ia ingin menjadi seorang muslim.

"Semuanya berawal dari daging babi," kata Salim sambil tersenyum.

Ajaran Islam untuk makan makanan secukupnya, termasuk larangan makan daging babi, memicu rasa ingin tahu Salim dan mendorongnya untuk mencari tahu lebih jauh tentang Islam.

"Saya meneliti jurnal-jurnal medis dan membaca banyak buku untuk mencari jawabannya," ujar Salim.

Ia menemukan jawabannya mengapa Islam mengharamkan daging babi. Islam memandang babi najis karena hewan itu pemakan segala atau omnivora. Babi tidak membedakan antara daging atau tumbuhan dalam kebiasaan makannya. Berbeda dengan sapi atau domba misalnya, yang hanya makan tumbuhan. Sejumlah ilmuwan juga mengatakan bahwa makan daging babi, bisa menyebabkan sedikitnya 70 macam penyakit pada manusia.

"Saya menemukan kesimpulan yang sama dalam pengobatan tradisonal Cina yang tidak merekomendasikan makan daging babi dan menyebutnya sebagai daging yang paling tidak sehat dan berbahaya," tutur Salim.

Atas pengalamannya itu, Jang tertarik dengan agama Islam dan memutuskan untuk masuk Islam. Ia kini menjadi bagian dari komunitas Muslim di Cina yang menurut data resmi jumlahnya lebih dari 30 juta orang.

Islam sudah merambah negeri Cina melalui para pedagang, di era Dinasti Tang sekitar 1300 tahun yang lalu. Bahkan catatan sejarah ada yang menyebutkan bahwa sahabat-sahabat Rasulullah Muhammad Saw pernah mengunjungi Cina.

Meski komunitas Muslim di Cina cukup besar, mereka kerap menjadi target penindasan dan diskriminasi pemerintah Cina yang berhaluan komunis. Tetapi siapa yang bisa menghalangi cahaya Islam dan hidayah yang Allah Swt berikan pada umatnya. Jang atau Salim adalah salah satu contohnya. Ia mendapatkan hidayah itu dengan latar belakang yang unik, hanya karena masalah daging babi. (ln/oi)

Dikutip dari http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/gara-gara-daging-babi.htm